Arsip Penulis: ngarasan

“Laskar Pelangi” – persembahan untuk Lintang

Laskar Pelangi

Saat ngelihat untuk pertama kalinya novel “Laskar Pelangi” muncul di etalase Gramedia, gw gak bisa me-nenteng-nya ke kasir. Karena hari itu, gw cuma sekedar menepati janji gw pada diri gw sendiri untuk rutin mengunjungi “perpustakan” komersil ini. Lebih tepatnya, gw gak punya “budget” buat beli buku..!

Dan sampai akhirnya, banyak bermunculan komentar-komentar tentang kehebatan novel itu. Puji dan sanjung terus mengalir bak air Bah. Mulai dari kata menakjubkan, menyentuh bahkan sampai kata “indonesia’s most powerful book” pun menjadi panggilan novel ini..
Siapa yang bisa menahan rasa penasaran jika semua orang merekomendasikan..? Maka bukan hal yang aneh jika akhirnya novel ini jadi “best seller” di indonesia..

Sayangnya, meski gw udah punya “budget” buat beli buku, gw paling ga suka cara marketing model ini.. Penuh kata-kata fantastis dan bombastis bahkan hiperbolis..! Karena ketika gw beli sesuatu, semua itu harus karena keinginan gw.. Apapun yang akhirnya gw dapat, itu adalah resiko gw.. Gw gak pengen jadi tumbal para opportunis pemasaran yang sok tau itu..!

Hingga “Islamic Book Fair” diadakan, dan begitu banyak diskon untuk buku-buku yang hebat (ini emang surga para kutu buku..!) berserakan, gw langsung beli tak cuma 1, tapi 3 sekuelnya gw borong..(siapa yang bisa tahan dengan diskon???).

Ketika pertama kali membuka buku (novel terutama), gw akan memberikan nilai 10 sebagai awal.. Dan akan gw kurangi untuk setiap hal yang menurut gw tidak sesuai harapan gw… Hal yang sama berlaku untuk “Laskar Pelangi” ini..

Saat memulai Bab pertama, gw langsung memberi nilai minus 3 (-3) untuk novel ini..!
Kisah ini berawal di Belitong, yang merupakan tempat kelahiran sang penulis. Gw menilainya sebagai sebuah kekurangan fatal untuk menjadi penulis hebat. Penulis model ini terlalu dekat dengan egoisme dan caufinisme. Kekurangan imajinasi dan lemah wawasan.. Yah, tanpa ragu gw kurangi 3 hingga nilai tersisa adalah 7..!

Terus menulusuri halaman demi halaman, sekali lagi tanpa ragu, gw beri -1 untuk novel ini.
Entah kenapa, tokoh “Aku” yang sedang bercerita dalam novel ini atau yang lebih dikenal sebagai si “Ikal”, seakan sebuah re-presentasi dari sang penulis sendiri.. Dan menurut gw, itu seperti sebuah proklamasi narsiscus. Nilai tersisa adalah 6..

Saat kembali menelusuri seluruh karakter utama laskar pelangi, gw jadi menikmati novel ini. Tapi itu gak akan membuat gw berbaik hati menambah nilai.

Sepuluh laskar pelangi memang seperti pelangi. Masing-masing seperti warna pelangi itu sendiri. Begitu indah dan begitu unik. Sayangnya, mereka terlalu hitam putih satu sama lain. Beruntung sang penulis menambahi latar belakang yang deskriptif pada masing-masing tokoh yang akhirnya mampu memberikan keunikan yang realistis.
Dan gw jatuh hati pada tokoh “Lintang”..

Gw merasakan gairah yang sama. Gw juga merasakan emosi yang sama. Gw berusaha menjadi Lintang. Yang sesungguhnya, gw sungguh jauh berbeda dari tokoh ini.. Gw tanpa ragu dan malu merupakan pengagum Lintang seperti Kagum-nya A Kiong pada Sang Maestro Mahar. Dan mungkin seperti kagumnya Flo pada keberanian dan tantangan..
Setiap penggal cerita pada Lintang, gw gak pengen terlewat mesti satu huruf. Gw tambah satu poin karena menghadirkan Lintang. Kini, nilai menjadi 7.

Saat gw membaca petualangan indah, sedih, senang, duka, gembira pada tiap lembar novel ini, gw terpesona akan tiap detail deskripsi tentang Kampung yang hampir terasing ini. Mungkin sedikit hiperbolis, tapi tak mengapa untuk membantu gw (pembaca) merasuk ke dalam cerita.
Kehidupan kampung, keindahan hutan, sungai bahkan dongeng-dongeng yang ada seperti gambar visual layaknya televisi.

Tapi, gw makin curiga saat gw semakin teliti tentang tokoh yang paling jarang dibahas..! Ya, si Ikal..!
Dia lebih misterius dari pemikiran Mahar, bahkan lebih misterius dari apa yang difikirkan Harun. Siapa dia..?
Dan gw menangkap kesan, si Ikal adalah anak yang terlalu baik. Dia terlalu baik-baik saja. Mungkin dia tidak sehebat Lintang dan Mahar. Tapi dia tidak seperih perjuangan Lintang dan se-badung Mahar. Mungkin dia tidak setampan Trapani, tapi dia tidak semanja Trapani. Dia juga tidak sekuat Samson, tapi juga tidak seberandal Samson. Dia bahkan tidak seunik Syahdan atau Kucai.. Siapa dia..?
Malaikat..?

Gw kurangi 1 untuk laskar pelangi..! Biarlah tersisa 6.

Setiap lembar gw lahap. Terkadang gw tertawa, kadang jidat gw mengkerut. Hingga gw temui Bab 30, “Elvis has left the Buliding”. Gw marah, gw menangis..
Andrea Hirata…!!!! Tega banget lw…!!! Gw marah.. Gw marah entah pada siapa. Gw gak terima pada apa yang gw baca..
Kemarahan gw seakan memuncak saat si Ikal menemukan sang Idola gw, terpuruk. Sekali lagi gw menangis..
Andrea Hirata..!!! Kenapa lw bikin dia yang gw kagumi harus terperosok pada celah paling dalam..? Kenapa semua diam saat sang kejora itu akan meredup.. Dia adalah Lintang, seperti namanya, dia adalah Bintang.. Bintang yang ditinggalkan.. Kenapa Ibu Mus membiarkan dia yang mengharumkan nama Sekolah tercinta harus merana..? Mengapa Pak Harfan, hanya diam..? Gw PROTES…!

Ingin rasanya gw cabut angka 6 tersisa dari nilai Laskar Pelangi hingga tertinggal 0 BESAR..

Namun akhirnya gw sadar, ini adalah sebuah Novel, ini adalah sebuah cerita. Entah nyata entah hayali..
Dan alih-alih gw cabut angka 6 tersisa, gw malah memberinya angka 2 tambahan..
Yah, novel ini layak mendapat angka 8…!

(Buat Lintang, siapapun yang pernah mengenal elo dan membiarkan elo jatuh, orang itu telah membuat kesalahan paling fatal dalam hidupnya…)

🙂

..Ayat-Ayat Cinta (the movie)..

Ayat Ayat Cinta

Mungkin belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia, sebuah film dinanti-nanti oleh begitu banyak orang seperti film “Ayat-Ayat Cinta” (setidaknya sepanjang umur gw..).
Dan akhirnya penantian itu selesai sudah…

Sebenernya, gw dah punya banyak kritik untuk novel yang berjudul Ayat-Ayat Cinta oleh Habiburrahman.. Yang pasti, Fahri adalah tokoh yang banyak mendapat kritikan gw..
Dari sedimikian banyak cobaan yang diturunkan Allah pada manusia (manusia Indonesia terutama..), mungkin cobaan yang diberikan Fahri adalah cobaan yang paliiiiing… mmm.. apa ya.. diharapkan mungkin ha….

Bagaimana tidak..? ketika banyak orang yang mendapat cobaan kemiskinan, kedinginan, gempa, angin topan, kesedihan, kematian, kesendirian… Tapi Fahri mendapat cobaan yang sangaaat besar berupa:

1. Dicintai oleh 4 wanita cantik…
2. Mendapat harta (dari Istri) yang berlimpah ruah…
3. Memperoleh 2 Istri (bahkan Sang Istri pertama yang menyarankan..)
4. Memiliki lebih banyak Teman yang bahkan hampir tak memiliki musuh..

Wah, dari novelnya gw dah berontak…

Tapi anehnya, gw salah satu yang nunggu-nunggu versi Film-nya..

(Mungkin karena gw penasaran, gimana cara sang sutradara me-manusiawi-kan tokoh Fahri yang bak Dewa itu…???)

Pertama melihat trailer-nya, gw langsung pesimis.. Gimana nggak..?

Ternyata pemain-pemainnya orang-orang Indonesia..
Bahasa yang digunakan pun bahasa indonesia..
Bahkan tempat setting-nya pun di-Indonesia..???
Gw langsung berfikir, betapa banyak orang yang akan kecewa karena-nya…

Tapi gimanapun, gw juga pengen fair dengan nonton film utuhnya…

Setidaknya, Hanung cukup “cerdik” dengan membuka film dengan takbir yang dilantunkan oleh Ustad Jefri.. Yah, first impression cukup membuat orang merindinglah..

Tapi sayang, suasana Mesir hanya ditampilkan dengan setting gurun pasir.. Seandainya, ditambah dengan sekilas kesibukan kota kairo landscape dan detail kegiatan orang2nya, mungkin seluruh penonton akan langsung terhanyut dan terbawa terbang menuju mesir..

Pembukaan berlanjut ke flat tempat Fahri tinggal.. Disini gw kasih JEMPOL buat Mas Hanung yang bisa ngasih suasana segar dengan tawa dari para penghuni Flat..
Tapi sekali lagi sayang, detail Flat masih kurang mencerminkan suasana Mesir.. Mulai dari Jendela-jendela-nya yang masih sangat Indonesia, dan gedung2 flatnya pun masih kurang menjulang layaknya pemukiman di Mesir..

Yang cukup mengganggu, cuaca panas yang digambarkan di Novel kurang terakomodir dengan baik.. Sehingga masih sangat berkesan TROPIS ketimbang PANAS GURUN.. Padahal, bung Hanung sudah memilih Filter Film yang membuat suasana hangat, tapi tidak didukung dengan keringat yang seharusnya bercucuran..

Bagaimanapun, proses penterjemahan NOVEL to MOVIE oleh Mas Hanung layak gw kasih pujian.. Novel yang cukup tebal itu bisa diterjemahkan dalam film yang tak lebih dari 2 jam tanpa kehilangan cerita..

Meski karakter yang dimainkan oleh “orang Indonesia” cukup membuat mata risih, tapi jalan cerita yang disusun apik oleh yang bikin skenario bisa mengalihkan perhatian penonton.. Alhasil, gw pun akhirnya memaafkan keterbatasan pemeran asing..

Para pemainpun lumayan memberikan kontribusi.. Tokoh Maria yang dimainkan oleh Carissa Putri menurut gw lumayan mencuri perhatian.. Dia cukup pantas mendapat pujian.. Melania Putria yang memerankan Nurul pun sesungguhnya sangat tepat.. sangat Indonesia dan sangat Jawa, sayang karakter seorang Nurul yang mandiri dan ketua kurang nampak.. Bahkan, pertempuran hati dalam diri Nurul kurang ter-explorasi dengan baik..
Sang Naura kurang ditampilkam ke-“mesir”-annya, tapi untungya, Saskia mecca cukup mampu menutupi kekurangan tersebut dengan akting yang cukup baik..
Aisha sang Bidadari, kurang nampak sebagai bidadari yang solehah saat dimainkan oleh Cartwright.. Sepertinya Sang VJ ini masih terbawa perannya sebagai anak BAND di film Bijis.. Aisha adalah wanita lembut yang kuat yang bagaimanapun harus mengakui bahwa ia adalah wanita yang mencintai seorang laki-laki dan punya rasa cemburu.. Tapi semua harusnya ditampilkan oleh Aisha dengan cara santun..
Mungkin Cartwright sulit berekpresi karena harus menggunakan cadar.. Tapi yang pasti, BIDADARI yang harus-nya akan terus terbayang dikepala penonton hingga pulang ke rumah2 masing2 tidak tercapai…!

Dan yang pasti, FAHRI, sang tokoh utama masih belum diperankan Maksimal oleh Fedi Nuril. Banyak emosi yang tidak dapat ditampilkan dengan baik oleh Nuril.. Bahkan dibeberapa scene, suasana yang seharusnya bisa lebih dramatis tidak terbangun dan menyebabkan tetesan air mata yang seharusnya menghabiskan satu kotak tissue itu pupus…

Secara keseluruhan, Film Ayat-Ayat Cinta belum mampu menggoreskan kenangan yang membekas pada kalbu para penonton..
Tapi.. sebagai Film yang penuh dengan keterbatasan dukungan, Film ini sangat-sangat layak untuk ditonton.. Sama sekali TIDAK mengecewakan…

Bahkan gw berani bilang, FILM ini BISA menjadi pilihan mereka2 yang penasaran dengan Novel Ayat-ayat Cinta, namun malas untuk MEMBACA.. (Tapi ingat, NOVEL jauh lebih komplit terutama berkenaan dengan dalil-dalil..)

So salut untuk Mas Hanung..

(Mungkin untuk mereka yang sangat KETAT dengan hukum2 Islam akan sedikit kecewa..)

belajar Map Basic.. (yang pertama..)

Map Basic

Ok.. Setelah sebulan merenung.., kita lanjutin belajar Map Basic-nya ya..
Btw, udah install program Map Basic kan..? Sebenernya, nulis program-nya ga harus di Map Basic, tapi untuk convert ke .mbx mesti pake Map Basic biar program kita bisa di-running pake Map Info..

Ok, kita anggap semua udah siap lahir batin..

Biar kita satu feel dan satu frequency, kita mulai dengan satu baris program paling dasar dan penting..!

1. Buka program Mab Basic.. (Ato pake NotePad juga boleh..)
2. Bikin halaman baru. Ketik : Note “Hi pren, baru belajar Map Basic neh..!”
3. Kalo elo bikinnya di Map Basic, buka menu “Project”, pilih “Compile Current File”..
Karena program yang loe tulis barusan belum elo save, maka Map Basic bakal minta supaya elo nge-save dulu..
4. Tapi kalo elo bikinnya pake NotePad, WordPad ato yang lainnya, pertama elo mesti save dulu. Ubah extention-nya jadi .mb (mungkin sebelumnya .txt).. Baru abis itu buka pake Map Basic dan lakuin seperti langkah ke-3.
5. Ok… Sekarang, cari file dengan extention .mbx di folder tempat elo nyimpen .mb …

Ayo… udah ketemu blum..???

Udah.?? Sip..!
Sekarang, double klik .mbx-nya.. (Pasti-in elo udah nge-install Map Info ya..)

Jreng..jreng.. Map Info ke-buka trus…
Eh nongol info box :

Hasil Program elo..
Ok.. Loe udah bisa bikin program Map Basic..!!!
Gampang kan…??

Emang sih, ini cuma program simple.. Tapi semua harus ber-awal dari sini..

Sebelum lanjut belajar lagi, coba elo baca-baca dulu tutorial berikut.. OK

Map Basic User Guide

Map Basic Reference

🙂

pusing… eh Map Basic…

Map Basic 7.0

Gara-gara pusing kerjaan, gw jadi kenal ama yang namanya MapBasic …

Yah, semua berawal dari kerjaan menjemukan make Map Info dan kerjaan yang nge-buat gw mesti ngira-ngira di-titik mana di peta bahkan seberapa besar coverage nya..! Sedangkan yang gw punya cuma tabel dalam XLS, so gw mesti import XLS ke Map Info.. Masalahnya, kerjaan ini bakal ribet kalo semua serba manual..! Akhirnya gw nyerah dan nge-luangin waktu buat otak-atik programming yang di sebut Map Basic… Fuiih…

Map Basic itu sebenernya mirip Visual Basic for Aplication di Excel.. Fungsinya mirip Macro.. Tapi yang ini buat Map Info..

So, dengan Map Basic, kita bisa otomatisasi di Map Info. Kita juga bisa nambahin, ngurangin, modifikasi menu-menu yang ada di Map Info. Intinya, kita bisa nge-buat Map Info lebih sesuai dengan kebutuhan kita… Masalahnya, gimana caranya..?

Pertama : kita mesti tahu, terbiasa, familiar dulu dengan Map Info

Kedua : kita sudah punya basic Programming.

Ketiga : kita punya software Map basic.

Keempat : niat.. hehehe

Ok… kalo semua dah ada.. Kita mulai…

Diawali dengan..

bersambung aja dulu ya…

..kemana gw melangkah..?

a long journey

Gw paling suka tidur.. Kalo boleh bilang, “sleep” is my favorite hobby..! Tapi kayaknya ini sudah jadi masa lalu gw, karena entah kenapa.. gw ga bisa tidur lama sekarang..
Dan akhir-akhir ini, gw jadi percaya ama yang namanya “Jam Biologis”. Gimana nggak..?? Kalo gw mulai tidur jam 11 malem, maka jangan harap gw bisa bangun lebih siang dari jam 6..! Dan kalo gw mulai tidur jam 10, maka jam 5 pagi, badan gw kayak mulai berontak buat bangun.. Biarpun, perasaan masih pengen tidur..

Dan setelah itu, gw ga bakalan bisa tidur lagi! Kecuali kalo udah kecapean.. Dan kalo gw paksaiin buat tidur..? Maka kepala jadi pusing, badan jadi ga enak dan pokoknya berat dah..!

Lama-lama gw jadi mikir, kenapa begitu..?

Gw ambil positipnya aja… Kayaknya akhir-akhir ini gw dilarang untuk males-malesan. Gw harus memanfaatkan waktu gw semaksimal mungkin. Tidur, sesungguhnya bukan hobby, tapi kesempatan gw untuk recovery. Dan sepertinya, waktu recovery itu gak lebih dari 6 jam!

Dan gw juga ga pernah tau berapa lama perjalanan hidup gw.. Mungkin masih lama, mungkin juga tinggal sebentar.. Tapi berapa lamapun itu, gw harus manfaat-in. Gw harus lebih kreatif, lebih energik dan ga boleh menyerah..

Gw harus selalu memulai sesuatu yang baru. Dan ketika gw telah memulai sesuatu, maka gw harus nyelesai-in sampai finish.. Gw harus memiliki prestasi dalam hidup gw..

Kemana gw melangkah, harus gw selesai-in dengan baik..

Guys, help me to step my long journey..

🙂

Hue.. ???

warna..

Gw pernah denger Hue dan sering banget ketemu sama tulisan Hue semenjak gw berurusan ama yang namanya Photoshop (Temen-temen gw bilangnya sotosop..haha..). Tapi dari dulu gw ga pernah tau apa sih Hue itu? Tapi akhirnya semuanya cerah sejak gw ketemu ama buku “tips n trix Computer Graphics Design!” karya Hendi Hendratman. Thanks ya buat Mas Hendi (tapi tetep aja gw mesti bayar bukunya..hiks).
Ternyata, Hue itu adalah kumpulan warna-warna! Nah warna-warna hue itu didapet dari warna-warna CMYK ato Cyan, Magenta, Yellow, blacK.. Trus, gimana cara ngedapetin si Hue? Nih caranya.. Taroh 3 bulatan warna membentuk segitiga dengan urutan Magenta, Yellow, Cyan searah jarum jam. Taroh juga bulatan hitam ditengah-tengahnya. Nah ini neh yang disebut warna primer..
Ok, kita lanjut.. Aduk warna cyan dengan Magenta, Magenta dengan Yellow, Yellow dengan Cyan.. hahaha bingung ya?? sama.. Gampangnya, gabungan 2 buah warna primer.. dan jreng-jreng.. jadilah warna sekunder…! Sip, kita dah dapet 6 warna Hue..
Lagi… kita aduk warna Primer dengan warna Sekunder yang ada disebelahnya.. Dan.. dhadhaa.. jadilah 6 warna Tersier! Nah 12 warna inilah yang disebut Hue..! Warna Hue yang barusan kita buat masih dalam kondisi Full Saturation karena belum “ternodai” oleh gelap terang.. Dan disinilah fungsi “K” ato “blacK” dalam warna CMYK yaitu buat ngerubah saturation dari warna-warna Hue…
Hue..

🙂 😀

..membaca foto..

Nikon D40x

Lagi rame dimilis photography kantor..

Gw sih cuma ikut nimbrung doank, secara kagak ngerti apa-apa tentang jepret-menjepret.. Dan lagian, hobi yang lumayan mahal hiks..

Anggotanya ada yang masih nyoba-nyoba hobi baru, ada juga yang emang udah lumutan di hobi ini.. Kok gw bisa tau?? Ya gampang aja, dari komentar-komentarnya aja..

Kalo yang baru, komentarnya pasti cuma sebatas estetika ato malah ga komentar sama sekali. Sedangkan yang emang udah bangkotan, komentarnya sampe bisa nebak-nebak jenis kamera, lensa yang dipake bahkan sampe setingan dikameranya juga bisa ditebak..! Weleh-weleh..

Tapi mungkin ga ya cerita ini terjadi..?

Disandingkan 2 buah hasil foto dari dua orang yang memiliki kemampuan photography yang berbeda. Yang satu amatir, yang satunya profesional. Tapi karena sebuah kebetulan yang sangat beruntung, sang amatir membawa hasil jepretan yang sangat menakjubkan. Sedangkan sang profesional juga membawa hasil jepretan yang tak kalah hebat karena telah menggunakan teknik tingkat tinggi dalam penjepretannya. Dan diundanglah para penggemar fotografi dengan kemampuan teknis yang mumpuni untuk menilai.

Saat para undangan melihat hasil karya sang profesional mereka mulai berdecak kagum dan mulai mengira-ngira jenis kamera yang digunakan, shutter speed, exposure, aperture dan lain-lain.. Dan jeng-jreng.. tebakan mereka hampir sempurna..

Selanjutnya, saat mereka melihat foto yang kedua, mereka tidak hanya berdecak kagum bahkan mulai menawar dengan harga yang amat tinggi. Dan seperti biasa, merekapun mulai menebak-nebak jenis kamera dan setingan2 yang digunakan.

Karena sang fotografer amatir ini sudah tak tahan, dia akhirnya menjawab dengan sedikit berteriak, “Saya pake kamera poket OK..”

😀 😀

Lagi..? Photoshop..? CS2?

Adobe Photoshop for

Uh… Masih berkutat tentang adobe photoshop..

Ceritanya sih pengen lebih mahir make Photoshop.. Malah targetnya bisa expert (amiiiiiin…). Gimana nggak?? Sebelumnya gw baca buku master class nya Pak Boediman, banyak banget istilah-istilah yang gak ngerti.. Waaa… maluuuuu..

So, gw bikin resolusi bahwa gw mesti ngerti dasar-dasar dari photoshop.. Bahkan gw mesti ngerti dasar-dasar dari design grafis..!!!

Ternyata, gw bener-bener “0” besar tentang ini… Gw baru tau kenapa harus ada RGB, CMYK, Lab color, Pantone de el el..!

Parahnya.. gw juga baru tau gimana caranya bikin warna-warna Hue dari CMYK.. ha…. Gw jadi seneng banget dengan pepatah.. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.. hiks..

Karenanya.. gw sekarang lagi nyoba babat habis Adobe photoshop CS2 for dummies dan satu buku design grafis.. Ssstt.. jangan ganggu ya.. 🙂 😀

Dari panas sampe photoshop..

Waaah… akhirnya…. Lama banget gw ga nulis apapun disini!!

Sebelum semua unek-unek keluar, satu kata pembuka adalah..:

PANAAAAASSS!!

Bukannya mau mengutuk hari (gak boleh ngutuk pemberian Alloh kan??), tapi sumpah.. kamar gw panas banget beberapa hari ini.. Kalo aja ada termometer air raksa yang ngegantung di tembok, pasti si air raksa dah nyembur keluar saking bergairah sama si panas.. hot!

Beberapa hal menjadi pelajaran buat gw akhir-akhir ini.., tapi yang paling nyenggol hati gw adalah:

“Memulai sesuatu adalah yang terberat, tapi menyelesaikannya adalah yang tersulit..”

Dan itu terjadi sama gw. Contoh paling gampang…, kuliah!! Waktu itu, kayaknya berat banget buat memulai kuliah.. Mulai dari males, malu, ga ada temen, ga ada waktu dan laen-laen deh.. Eh, pas dah mo kelar…, ternyata mentok juga.. Yang lucunya, alasannya sama…, MALES!!! Waaaaaaa….!

Ada juga yang laen.. Gw beli buku, dan biasanya yang namanya buku pasti cepet abis kalo diumpan-in ke gw.. Masalahnya ini buku Marketing nya Donald Trump!! Alhasil… sampe sekarang belum juga kelar.. Target gw padahal ga muluk2, gw mesti nguasai semua ilmu yang ada di buku itu..!!

Belum selesai ma buku marketing, gw ngiler ma buku design grafis… Padahal buku model begini yang paling gw suka… Tapi, gw harus banyak praktek… Alhasil, molor juga selesainya.. Tapi setidaknya satu buku dah kelar.. Yaitu: Photoshop Master Class by Andi S Budiman..

Keren abis nih buku… Sumpah…! Emang butuh pegetahuan dasar photoshop seh (yang bikin gw lama banget ngelarin bukunya..), tapi contoh2 nya bener2 aplikatif.. Yang pasti, banyak istilah-istilah photoshop maupun design grafis yang rada aneh2 (buat pemula seperti gw terutama). Abis itu, sering kita harus ngelakuin sesuatu yang kita ga tau “kenapa harus begitu?”.. Tapi, emang buku ini bukan buat mereka yang masih nanya-nanya apa itu midtone, CMYK, RGB, rubber stamp, white balance.. So, ya kira-kira aja ha…! Tapi, buku ini nunjukin kita cara paling praktis untuk memperbaiki warna dan tonal, nge-permak photo biar lebih keren bahkan nge-design sesuatu yang top abis.. Yang hebat, gampang banget diikuti (asal dah tau dasarnya ya.. 🙂 )

tulisan diri

Sahuuuur… sahur! Sahuuur… sahur!

Gak kerasa udah 7 hari puasa. Awalnya emang lumayan berat buat nahan haus tapi semakin hari sepertinya perut gw dah tau iramanya. So, bo’ong banget kalo ada orang yang bilang ga kuat puasa. Ini cuma masalah habit kok!

Entah kenapa gw ngerasa bulan puasa itu unik dan berbeda dari bulan-bulan lainnya. Seperti ada kelambu yang nge-naungin sehingga nyebab-in hari-hari di bulan puasa terasa lebih ada rasanya. Bisa jadi, karena cuma di bulan puasa makanan-makanan unik bermunculan. Atau bisa juga, karena cuma di bulan puasa banyak orang di jalan yang berlalu-lalang mengenakan sarung, kopiah putih, mukena ataupun baju koko. Atau mungkin cuma di bulan puasa yang tiap pagi banyak anak-anak muda yang teriak-teriak nge-bangunin (atau malah nge-gangguin?).

Gw juga ga bisa nge-jelasin apa yang nyebab-in ramadhan bisa begitu spesial buat gw. Yang jelas sih, tiap ramadhan gw selalu pulang kampung, ketemu orang-tua gw, ketemu temen-temen kecil gw, keluarga besar gw, tetangga-tetangga gw pokoknya semuanya. Rasanya gw kembali ke masa lalu gw.

Mungkin itu yang nyebab-in ramadhan so special?
Kalo memang bener begitu, berarti kita lah yang membuat ramadhan jadi spesial…
Mungkin Alloh memang sengaja membuat kita berkumpul di bulan ramadhan. Dan itu yang nyebab-in ramadhan jadi spesial.

Gw cuma bisa bilang mungkin kan..?