Arsip Bulanan: Maret 2008

..DNA gw, DNA elo..

DNA

“Kita tunggu hasil test DNA..!” kata seorang artis terkenal pada beberapa wartawan infotainment.

Kayaknya kata “DNA”, sekarang bukan lagi “makanan”-nya mahasiswa biologi ataupun ilmuwan. Semua orang udah pernah denger bahkan malah sering ngucapin. Tapi sebenernya mereka dah pada tau belum sih “DNA” itu apa..?

Gw makin jadi penasaran saat para artis dah mulai teriak2 “DNA”, yang gw berani bertaruh, mereka gak tau sama sekali apa itu DNA..(kecuali artis yang profesi-nya dokter ya…). Nah gara2 penasaran itu, gw cari2 apa itu DNA.
Tapi masalahnya, penjelasannya “Ilmiah” semua. Gak ngerti…! Terpaksa deh gw coba sederhana-in sendiri…

OK.. ini cara gw ngejelasin DNA…

Manusia itu terdiri dari organ tubuh, dan setiap organ tubuh ini tersusun dari jutaan sel2 bahkan mungkin milyaran.
Kalo kita perbesar ukuran sel ampe ribuan kali, maka sel2 tersebut memiliki inti yang di sebut nukleus.
Dan diidalam nukleus itu terdapat kromosom. Didalam kromosom ini lah DNA tertulis. OK.. Nyambung semua gak tuh..?

Masalahnya.. Kalo kita liat sel manusia, isinya beribet dan rumit… Padahal kan kita cuma pengen tau apa itu DNA kan..?
Nah, cara paling gampang buat mempelajari DNA itu pake sel yang sederhana aja.. Yaitu pake sel Bakteri E-Coli. Lagian bakteri ini kan cuma terdiri dari 1 sel.. So gampang banget ditelitinya…

CATAT: DNA semua mahluk hidup itu serupa…!

Kalo kita obok2, unsur pembentuk kromosom Bakteri E-Coli itu cuma terdiri:

Hidrogen (H)
Karbon (C)
Nitrogen (N)
Oksigen (O)
Belerang (S)
Fosfor (P)

Nah unsur2 itulah yang ngebentuk molekul2 yang dibutuhkan E-Coli yaitu antara laen:

Air (H2O)

Fosfat (PO4)

Gula/Glukosa (C6H12O6)

Polisakarida.
yang berupa Rantai Molekul Gula. Contohnya Kanji, Selulosa dll

Lipid.
yang karakternya minimal salah satu ujung susunan kimianya ditolak air. Didalam sel sebagai pembentuk membran sel. Biasa disebut Lemak hewani/minyak nabati

Asam Nukleat.
yang berupa Rantai nukleotida. Satu nukleotida terdiri dari Gula+Fosfat+Basis. Gula dan Fosfat sambung menyambung sedangkan basis menggantung.
Ada 2 jenis Gula yang menyusun Nukleotida yaitu: Ribosa dan Deoksiribosa
Asam Nukleat dengan ribosa disebut: Ribonucleic Acid (RNA), sedangkan yang menggunakan Deoksiribosa disebut: Deoksiribonucleic Acid (DNA). Nah kan… Dah ketauan kan DNA itu singkatan dari apa..?
Sedangkan Basis ada 5 jenis: A, S, G, T dan U.

DNA memiliki 4 pilihan Basis A (Adenin), S (Sitosin), G (Guanin), T (Timin). Lucunya, A berpasangan dgn T dan G berpasangan dengan S. Pasangan2 ini membentuk Helix Ganda. (Seperti tangga)…
Tiap 3 basis (triplet basis) membentuk “kata” yang disebut Kodon. Setiap Kodon mewakili Asam Amino Tunggal. Nah.. makin ribet neh disini…

Kalo kita bahas DNA, kita sebenernya sedang ngebahas GEN.. Karena sesungguhnya, DNA inilah pembawa GEN pada manusia. Seperti apa diri kita, tergantung dari DNA. Ato lebih akuratnya, seperti apa urutan2 Basis pada DNA tersebut. Lebih pas lagi, seperti apa KODON2 pada DNA kita…

OK.. untuk DNA sampai disini dulu ya… Dah makin mumet.. Ntar kita sambung lagi.. Karena kalo kita bahas DNA, kita juga mesti bahas RNA dan juga Protein.. Dan kalo elo pengen tau, protein inilah sesungguhnya pembentuk tubuh kita… Nah loe…. Seru kan..?

🙂

Iklan

belajar Map Basic.. (yang kedua..)

Map Basic

Wow.. Bulan yang lalu, kita udah kenalan sama Map Basic..
Sekarang, gw mo ngenalin agak lebih deket lagi sama Program Map Basic. Gimana kalo kita coba bikin menu di Map Info..!
Yup.. Loe sama sekali gak salah denger eh maksud gw elo gak salah baca.. Kita mau bikin Menu seperti menu yang berjejer di sudut kiri atas Map Info..

Pertama-tama, loe pelototin baris program dibawah:

==========================================================================
‘******************Sub Utama: Buat Menu utamanya
Sub Main

Create Menu “Filter by Network..” As
“(Show Network GSM” Calling GSM_Select,
“(Show Network DCS” Calling DCS_Select,
“(Show All Network” Calling Show_All

Create Menu “Calc Methode Select..” As
“(Use Calc Methode General” Calling Calc_Methode_General,
“(Use Calc Methode Global” Calling Calc_Methode_Global,
“(Use Calc Methode Cell” Calling Calc_Methode_Cell

Create Menu “NetSpidy” As
“Create New Project” Calling Createsub,
“Open Project” Calling Opensub,
“(Save Project” Calling Savesub,
“(Close Project” Calling Closesub,
“(-“,
“(Show Toolbox” Calling ShowToolboxsub,
“(-“,
“Calc Methode Select..” As “Calc Methode Select..”,
“Filter by Network..” As “Filter by Network..”,
“(Filter by BCCH” Calling Filter_BCCH,
“(Filter by Most TA” Calling Most_TA,
“(Search site” Calling Search_Site,
“(Clear Map” Calling ClearMap,
“(-“,
“Exit” Calling Exitsub,
“(-“,
“About” Calling Aboutsub

Alter Menu Bar Remove ID 6, ID 7
Alter Menu Bar Add “NetSpidy”, ID 6, ID 7
Alter Menu Bar Add “NetSpidy”, ID 6, ID 7

End Sub
===============================================================================

Ok, udah…?
Chk.. chk… Pelototin lagi…!

Ok, cukup..

Sekarang kita bahas baris demi baris.. Siap…?

Harusnya loe dah tau “procedure” ok..
Program diatas gw kasih nama procedurenya:

—> Sub Main

Didalamnya, ada perintah:
==========
—> Create Menu “Filter by Network..” As
“(Show Network GSM” Calling GSM_Select,
“(Show Network DCS” Calling DCS_Select,
“(Show All Network” Calling Show_All
==========
maksudnya:
Gw pengen bikin menu dengan nama +Filter by Network..+ dan didalamnya berisi pilihan menu Show Network GSM, Show Network DCS dan Show All Network.
Masing2 pilihan menu tadi, ketika kita “klik” ato pilih, akan memanggil procedure GSM_Select, DCS_Select dan Show_All. Jadi “Calling” artinya mememanggil procedure OK..
Tanda buka kurung “(” fungsinya untuk men-disable menu saat pertama muncul. Dan harus di-enable agar bisa di-“klik”.

=========
—> Create Menu “Calc Methode Select..” As
“(Use Calc Methode General” Calling Calc_Methode_General,
“(Use Calc Methode Global” Calling Calc_Methode_Global,
“(Use Calc Methode Cell” Calling Calc_Methode_Cell
=========
maksudnya:
Sama dengan keterangan sebelumnya..

=========
—> Create Menu “NetSpidy” As
“Create New Project” Calling Createsub,
“Open Project” Calling Opensub,
“(Save Project” Calling Savesub,
“(Close Project” Calling Closesub,
“(-“,
“(Show Toolbox” Calling ShowToolboxsub,
“(-“,
“Calc Methode Select..” As “Calc Methode Select..”,
“Filter by Network..” As “Filter by Network..”,
“(Filter by BCCH” Calling Filter_BCCH,
“(Filter by Most TA” Calling Most_TA,
“(Search site” Calling Search_Site,
“(Clear Map” Calling ClearMap,
“(-“,
“Exit” Calling Exitsub,
“(-“,
“About” Calling Aboutsub
==========
Maksudnya:
Sama dengan keterangan sebelum2-nya.Cuma ada tambahan tanda buka kurung dan minus “(-” .
Tanda tersebut untuk membuat garis pembatas pada menu yang akan ditampilkan. Garis Batas

Berguna untuk memisahkan pilihan2 menu berdasar kriteria tertentu…
Juga didalam menu diatas, gw buat “anak menu”. “Filter by Network..” adalah anak menu dari “NetSpidy”. Sehingga nanti, kalo gw klik, akan muncul pilihan2 menu selanjutnya.Anak Menu

==========
Alter Menu Bar Remove ID 6, ID 7
Alter Menu Bar Add “NetSpidy”, ID 6, ID 7
==========
maksudnya:
Buang Menu dengan ID 6 juga ID 7. Menu ID 6 itu: Window. Dan Menu ID 7 itu: Help.
Selanjutnya, tambahkan menu “NetSpidy”, baru kemudian ID 6 selanjutnya ID 7.
Fungsinya untuk meletakkan menu “NetSpidy” sebelum menu “window” dan menu “Help di Map Info.

=====
end sub
=====
Kalo ini elo gak tau, kebangetan…!

OK… Selese..
Loe bisa cobain sendiri. Copy baris program diatas ke MapBasic Editor. Jangan lupa, Procedure2 yang dipanggil pada baris progran diatas mesti dibuat juga di baris program elo. Kalo nggak, akan muncul error..

Maksud gw, kalo tadi ada baris : Calling Filter_BCCH
Berarti elo mesti bikin procedure:
====
Sub Filter_BCCH

End Sub
====

Loe kosongin isi procedurenya juga ga apa-apa.. Kan cuma testing…
OK…

Nah selamat mencoba…

🙂

“Laskar Pelangi” – persembahan untuk Lintang

Laskar Pelangi

Saat ngelihat untuk pertama kalinya novel “Laskar Pelangi” muncul di etalase Gramedia, gw gak bisa me-nenteng-nya ke kasir. Karena hari itu, gw cuma sekedar menepati janji gw pada diri gw sendiri untuk rutin mengunjungi “perpustakan” komersil ini. Lebih tepatnya, gw gak punya “budget” buat beli buku..!

Dan sampai akhirnya, banyak bermunculan komentar-komentar tentang kehebatan novel itu. Puji dan sanjung terus mengalir bak air Bah. Mulai dari kata menakjubkan, menyentuh bahkan sampai kata “indonesia’s most powerful book” pun menjadi panggilan novel ini..
Siapa yang bisa menahan rasa penasaran jika semua orang merekomendasikan..? Maka bukan hal yang aneh jika akhirnya novel ini jadi “best seller” di indonesia..

Sayangnya, meski gw udah punya “budget” buat beli buku, gw paling ga suka cara marketing model ini.. Penuh kata-kata fantastis dan bombastis bahkan hiperbolis..! Karena ketika gw beli sesuatu, semua itu harus karena keinginan gw.. Apapun yang akhirnya gw dapat, itu adalah resiko gw.. Gw gak pengen jadi tumbal para opportunis pemasaran yang sok tau itu..!

Hingga “Islamic Book Fair” diadakan, dan begitu banyak diskon untuk buku-buku yang hebat (ini emang surga para kutu buku..!) berserakan, gw langsung beli tak cuma 1, tapi 3 sekuelnya gw borong..(siapa yang bisa tahan dengan diskon???).

Ketika pertama kali membuka buku (novel terutama), gw akan memberikan nilai 10 sebagai awal.. Dan akan gw kurangi untuk setiap hal yang menurut gw tidak sesuai harapan gw… Hal yang sama berlaku untuk “Laskar Pelangi” ini..

Saat memulai Bab pertama, gw langsung memberi nilai minus 3 (-3) untuk novel ini..!
Kisah ini berawal di Belitong, yang merupakan tempat kelahiran sang penulis. Gw menilainya sebagai sebuah kekurangan fatal untuk menjadi penulis hebat. Penulis model ini terlalu dekat dengan egoisme dan caufinisme. Kekurangan imajinasi dan lemah wawasan.. Yah, tanpa ragu gw kurangi 3 hingga nilai tersisa adalah 7..!

Terus menulusuri halaman demi halaman, sekali lagi tanpa ragu, gw beri -1 untuk novel ini.
Entah kenapa, tokoh “Aku” yang sedang bercerita dalam novel ini atau yang lebih dikenal sebagai si “Ikal”, seakan sebuah re-presentasi dari sang penulis sendiri.. Dan menurut gw, itu seperti sebuah proklamasi narsiscus. Nilai tersisa adalah 6..

Saat kembali menelusuri seluruh karakter utama laskar pelangi, gw jadi menikmati novel ini. Tapi itu gak akan membuat gw berbaik hati menambah nilai.

Sepuluh laskar pelangi memang seperti pelangi. Masing-masing seperti warna pelangi itu sendiri. Begitu indah dan begitu unik. Sayangnya, mereka terlalu hitam putih satu sama lain. Beruntung sang penulis menambahi latar belakang yang deskriptif pada masing-masing tokoh yang akhirnya mampu memberikan keunikan yang realistis.
Dan gw jatuh hati pada tokoh “Lintang”..

Gw merasakan gairah yang sama. Gw juga merasakan emosi yang sama. Gw berusaha menjadi Lintang. Yang sesungguhnya, gw sungguh jauh berbeda dari tokoh ini.. Gw tanpa ragu dan malu merupakan pengagum Lintang seperti Kagum-nya A Kiong pada Sang Maestro Mahar. Dan mungkin seperti kagumnya Flo pada keberanian dan tantangan..
Setiap penggal cerita pada Lintang, gw gak pengen terlewat mesti satu huruf. Gw tambah satu poin karena menghadirkan Lintang. Kini, nilai menjadi 7.

Saat gw membaca petualangan indah, sedih, senang, duka, gembira pada tiap lembar novel ini, gw terpesona akan tiap detail deskripsi tentang Kampung yang hampir terasing ini. Mungkin sedikit hiperbolis, tapi tak mengapa untuk membantu gw (pembaca) merasuk ke dalam cerita.
Kehidupan kampung, keindahan hutan, sungai bahkan dongeng-dongeng yang ada seperti gambar visual layaknya televisi.

Tapi, gw makin curiga saat gw semakin teliti tentang tokoh yang paling jarang dibahas..! Ya, si Ikal..!
Dia lebih misterius dari pemikiran Mahar, bahkan lebih misterius dari apa yang difikirkan Harun. Siapa dia..?
Dan gw menangkap kesan, si Ikal adalah anak yang terlalu baik. Dia terlalu baik-baik saja. Mungkin dia tidak sehebat Lintang dan Mahar. Tapi dia tidak seperih perjuangan Lintang dan se-badung Mahar. Mungkin dia tidak setampan Trapani, tapi dia tidak semanja Trapani. Dia juga tidak sekuat Samson, tapi juga tidak seberandal Samson. Dia bahkan tidak seunik Syahdan atau Kucai.. Siapa dia..?
Malaikat..?

Gw kurangi 1 untuk laskar pelangi..! Biarlah tersisa 6.

Setiap lembar gw lahap. Terkadang gw tertawa, kadang jidat gw mengkerut. Hingga gw temui Bab 30, “Elvis has left the Buliding”. Gw marah, gw menangis..
Andrea Hirata…!!!! Tega banget lw…!!! Gw marah.. Gw marah entah pada siapa. Gw gak terima pada apa yang gw baca..
Kemarahan gw seakan memuncak saat si Ikal menemukan sang Idola gw, terpuruk. Sekali lagi gw menangis..
Andrea Hirata..!!! Kenapa lw bikin dia yang gw kagumi harus terperosok pada celah paling dalam..? Kenapa semua diam saat sang kejora itu akan meredup.. Dia adalah Lintang, seperti namanya, dia adalah Bintang.. Bintang yang ditinggalkan.. Kenapa Ibu Mus membiarkan dia yang mengharumkan nama Sekolah tercinta harus merana..? Mengapa Pak Harfan, hanya diam..? Gw PROTES…!

Ingin rasanya gw cabut angka 6 tersisa dari nilai Laskar Pelangi hingga tertinggal 0 BESAR..

Namun akhirnya gw sadar, ini adalah sebuah Novel, ini adalah sebuah cerita. Entah nyata entah hayali..
Dan alih-alih gw cabut angka 6 tersisa, gw malah memberinya angka 2 tambahan..
Yah, novel ini layak mendapat angka 8…!

(Buat Lintang, siapapun yang pernah mengenal elo dan membiarkan elo jatuh, orang itu telah membuat kesalahan paling fatal dalam hidupnya…)

🙂