Arsip Kategori: hobby

.. tenaga kuda (Horsepower)..

Ferrari

Guys, sekarang gw mo ngajakin loe semua buat kenalan sama Kuda.. eh TenagaKuda atau lebih kerennya
Horsepower..
Nah, pasti dah sering denger kan Horsepower atau HP..? Kalo elo penggemar otomotif, pasti udah gak asing. Tapi loe tau gak apa itu Horsepower sebenernya..?

Kalopun belum tau gak pa-pa, orang gak tau itu gak salah kok..Yang salah itu kalo Gak mau tau.. Halah apaan coba..

Oke, kita pelajari dulu sejarahnya ok.. jangan sampe tidur kalo denger sejarah..!

Kata Horsepower (tenaga kuda) itu dipopulerkan sama seorang insinyur bernama James Watt. Watt hidup dari tahun 1736 sampai 1819 dan terkenal melalui kiprahnya memperbaiki performansi mesin uap. Kita juga akan ingat tentang dia ketika kita sedang ngomongin bohlam lampu 60-watt.

Nah cerita bermula dari Watt yang sedang bekerja dalam pengangkatan batubara menggunakan kuda-kuda pony disebuah tambang batubara, dan emang dasarnya ilmuwan, dia pengen menghitung tenaga yang tersedia dari binatang2 tersebut. Dia menemukan bahwa, rata-rata, kuda pony tambang dapat melakukan pekerjaan 22000 foot-pounds (kaki-pounds) dalam satu menit. Dia kemudian menambahi beban 50% lagi hingga pengukurannya berhenti pada titik 33000 foot-pounds per menit. Dan ini lah nilai yang terus pake selama ber-abad2 sampe sekarang muncul pada kendaraan kita, gergaji mesin bahkan mungkin vakum cleaner.

Jadi…, pengertian Horsepower adalah………:

Sesuai pendapat Watt, satu kuda dapat melakukan pekerjaan 33000 foot-pounds setiap menit. Nah bayangin seekor kuda yang sedang menarik Batubara dari tambang. Kuda itu, dengan 1 Horsepower dapat menarik 330 pounds batubara dari kedalaman 100 feet (kaki) dalam 1 menit. Kita bisa mengganti kombinasi angka sesuka kita selama hasil akhir adalah 33000 foot-pounds per menit maka kita mendapatkan 1 Horsepower.

Gimana nyambung gak..??

Tapi kitaΒ  mungkin gak akan bisa ngebayangin kalau kita membebani kuda dengan 33000 pounds batubara untuk diangkat dari kedalaman 1 foot (kaki) dalam 1 menit karena kuda tak akan mampu menarik beban sebesar itu. Kita juga gak akan bisa membayangkan kalo kuda hanya kita bebani 1 pounds batubara dan harus berlari dengan kecepatan 33000 kaki per menit karena kuda gak mungkin bisa lari secepat itu. Tapi dengan beberapa rangkaian katrol kita dapat membuat sistem yang bisa mengangkut berapapun bebannya dengan kecepatan yang sesuai kemampuan kuda.

Oke, tapi Horsepower kan pake satuan yang gak baku..? Pounds, kaki itukan bukan satuan metrik..? Nah kita bisa kok konversi ke satuan metrik seperti watt.. bahkan ke satuan lain.. contohnya..

a. 1 Horsepower sama dengan 746 watts. Jadi jika kita mengambil 1-horsepower kuda dan meletakknya pada sebuah treatmill, ia dapat memutar generator yang dapat menghasilkan 746 watts listrik.

b. 1 Horsepower (selama 1 jam) sama dengan 2545 BTU (British Thermal Unit). Jadi, jika kita ambil 746 watt untuk menyalakan penghangat listrik dalam 1 jam, ia dapat memproduksi 2545 BTU. BTU sendiri adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur 1 derajat F dari 1 pound air.

c. 1 BTU sama dengan 1055 joule atau 252 gram-kalori atau 0,252 food kalori. Dengan kata lain, 1 kuda
memproduksi 1 horsepower yang dapat membakar 641 Kalori dalam 1 jam dengan syarat efisiensi-nya adalah 100%.

Trus, gimana cara ngukur Horsepower

Kalo kita pengen tau Horsepower (HP) dari sebuah mesin, kita mesti memasangkan dynamometer pada mesin tersebut. Dynamometer akan memberikan beban pada mesin tersebut dan mengukur jumlah Tenaga yang dapat diproduksi oleh mesin tersebut berbanding jumlah beban yang diberikan.

Cara kerja pengukurannya …:
Kita nyalakan mesin dan biarin memiliki kecepatan putaran tertentu, misalkan 7000 rpm. Lalu kita beri beban bertahap hingga kecepatan putaran berubah dan kita catat sampai beban berapa mesin dapat bertahan pada kecepatan putar 7000 rpm. Selanjutnya kita beri beban mesin agar kecepatan putar turun pada 6500 rpm. Pada kecepatan putar ini, kita tambah beban secara bertahap dan kita catat sampai dititik beban berapa mesin dapat bertahan pada kecepatan putar 6500 rpm. Dan seterusnya.. dan seterusnya.

Jadi sesungguhnya, Dynamometer mengukur besar torsi. Sedangkan untuk mendapatkan nilai HP, kita cukup mengalikannya dengan rpm/5252.

Kalo kita masukkan ke graph, maka kita bisa dapat kurva seperti dibawah:

Torsi

Dari graph, dapat simpuin bahwa semua mesin memiliki puncak Horsepower yaitu nilai rpm dimana power berada pada titik maksimum.

Hal lain yang dapat dilihat dari graph adalah mengetahui letak dimana mesin memiliki power tertinggi. Jadi ketika kita ingin mendapatkan aselerasi yang cepat, maka kita akan menjaga agar mesin selalu dekat pada titik maksimum HP seperti yang terlihat pada graph.
Itulah kenapa sering kita liat orang-orang akan menekan gas hingga pada rpm tertentu dengan kondisi posisi kopling ditekan saat lampu merah, dan saat lampu telah hijau, mereka akan melepaskan kopling dan langsung mendapatkan aselerasi maksimum dari mesin. Tapi ini gak boleh kita lakuin di jalan umum ya guys.. Bahaya.. OK.. peace..

Nah, biar referensi kita lebih mantap, ini adalah contoh Horsepower dari mobil-mobil performansi tinggi..

HP

πŸ™‚ πŸ˜€

Iklan

..Ayat-Ayat Cinta (the movie)..

Ayat Ayat Cinta

Mungkin belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia, sebuah film dinanti-nanti oleh begitu banyak orang seperti film “Ayat-Ayat Cinta” (setidaknya sepanjang umur gw..).
Dan akhirnya penantian itu selesai sudah…

Sebenernya, gw dah punya banyak kritik untuk novel yang berjudul Ayat-Ayat Cinta oleh Habiburrahman.. Yang pasti, Fahri adalah tokoh yang banyak mendapat kritikan gw..
Dari sedimikian banyak cobaan yang diturunkan Allah pada manusia (manusia Indonesia terutama..), mungkin cobaan yang diberikan Fahri adalah cobaan yang paliiiiing… mmm.. apa ya.. diharapkan mungkin ha….

Bagaimana tidak..? ketika banyak orang yang mendapat cobaan kemiskinan, kedinginan, gempa, angin topan, kesedihan, kematian, kesendirian… Tapi Fahri mendapat cobaan yang sangaaat besar berupa:

1. Dicintai oleh 4 wanita cantik…
2. Mendapat harta (dari Istri) yang berlimpah ruah…
3. Memperoleh 2 Istri (bahkan Sang Istri pertama yang menyarankan..)
4. Memiliki lebih banyak Teman yang bahkan hampir tak memiliki musuh..

Wah, dari novelnya gw dah berontak…

Tapi anehnya, gw salah satu yang nunggu-nunggu versi Film-nya..

(Mungkin karena gw penasaran, gimana cara sang sutradara me-manusiawi-kan tokoh Fahri yang bak Dewa itu…???)

Pertama melihat trailer-nya, gw langsung pesimis.. Gimana nggak..?

Ternyata pemain-pemainnya orang-orang Indonesia..
Bahasa yang digunakan pun bahasa indonesia..
Bahkan tempat setting-nya pun di-Indonesia..???
Gw langsung berfikir, betapa banyak orang yang akan kecewa karena-nya…

Tapi gimanapun, gw juga pengen fair dengan nonton film utuhnya…

Setidaknya, Hanung cukup “cerdik” dengan membuka film dengan takbir yang dilantunkan oleh Ustad Jefri.. Yah, first impression cukup membuat orang merindinglah..

Tapi sayang, suasana Mesir hanya ditampilkan dengan setting gurun pasir.. Seandainya, ditambah dengan sekilas kesibukan kota kairo landscape dan detail kegiatan orang2nya, mungkin seluruh penonton akan langsung terhanyut dan terbawa terbang menuju mesir..

Pembukaan berlanjut ke flat tempat Fahri tinggal.. Disini gw kasih JEMPOL buat Mas Hanung yang bisa ngasih suasana segar dengan tawa dari para penghuni Flat..
Tapi sekali lagi sayang, detail Flat masih kurang mencerminkan suasana Mesir.. Mulai dari Jendela-jendela-nya yang masih sangat Indonesia, dan gedung2 flatnya pun masih kurang menjulang layaknya pemukiman di Mesir..

Yang cukup mengganggu, cuaca panas yang digambarkan di Novel kurang terakomodir dengan baik.. Sehingga masih sangat berkesan TROPIS ketimbang PANAS GURUN.. Padahal, bung Hanung sudah memilih Filter Film yang membuat suasana hangat, tapi tidak didukung dengan keringat yang seharusnya bercucuran..

Bagaimanapun, proses penterjemahan NOVEL to MOVIE oleh Mas Hanung layak gw kasih pujian.. Novel yang cukup tebal itu bisa diterjemahkan dalam film yang tak lebih dari 2 jam tanpa kehilangan cerita..

Meski karakter yang dimainkan oleh “orang Indonesia” cukup membuat mata risih, tapi jalan cerita yang disusun apik oleh yang bikin skenario bisa mengalihkan perhatian penonton.. Alhasil, gw pun akhirnya memaafkan keterbatasan pemeran asing..

Para pemainpun lumayan memberikan kontribusi.. Tokoh Maria yang dimainkan oleh Carissa Putri menurut gw lumayan mencuri perhatian.. Dia cukup pantas mendapat pujian.. Melania Putria yang memerankan Nurul pun sesungguhnya sangat tepat.. sangat Indonesia dan sangat Jawa, sayang karakter seorang Nurul yang mandiri dan ketua kurang nampak.. Bahkan, pertempuran hati dalam diri Nurul kurang ter-explorasi dengan baik..
Sang Naura kurang ditampilkam ke-“mesir”-annya, tapi untungya, Saskia mecca cukup mampu menutupi kekurangan tersebut dengan akting yang cukup baik..
Aisha sang Bidadari, kurang nampak sebagai bidadari yang solehah saat dimainkan oleh Cartwright.. Sepertinya Sang VJ ini masih terbawa perannya sebagai anak BAND di film Bijis.. Aisha adalah wanita lembut yang kuat yang bagaimanapun harus mengakui bahwa ia adalah wanita yang mencintai seorang laki-laki dan punya rasa cemburu.. Tapi semua harusnya ditampilkan oleh Aisha dengan cara santun..
Mungkin Cartwright sulit berekpresi karena harus menggunakan cadar.. Tapi yang pasti, BIDADARI yang harus-nya akan terus terbayang dikepala penonton hingga pulang ke rumah2 masing2 tidak tercapai…!

Dan yang pasti, FAHRI, sang tokoh utama masih belum diperankan Maksimal oleh Fedi Nuril. Banyak emosi yang tidak dapat ditampilkan dengan baik oleh Nuril.. Bahkan dibeberapa scene, suasana yang seharusnya bisa lebih dramatis tidak terbangun dan menyebabkan tetesan air mata yang seharusnya menghabiskan satu kotak tissue itu pupus…

Secara keseluruhan, Film Ayat-Ayat Cinta belum mampu menggoreskan kenangan yang membekas pada kalbu para penonton..
Tapi.. sebagai Film yang penuh dengan keterbatasan dukungan, Film ini sangat-sangat layak untuk ditonton.. Sama sekali TIDAK mengecewakan…

Bahkan gw berani bilang, FILM ini BISA menjadi pilihan mereka2 yang penasaran dengan Novel Ayat-ayat Cinta, namun malas untuk MEMBACA.. (Tapi ingat, NOVEL jauh lebih komplit terutama berkenaan dengan dalil-dalil..)

So salut untuk Mas Hanung..

(Mungkin untuk mereka yang sangat KETAT dengan hukum2 Islam akan sedikit kecewa..)

Hue.. ???

warna..

Gw pernah denger Hue dan sering banget ketemu sama tulisan Hue semenjak gw berurusan ama yang namanya Photoshop (Temen-temen gw bilangnya sotosop..haha..). Tapi dari dulu gw ga pernah tau apa sih Hue itu? Tapi akhirnya semuanya cerah sejak gw ketemu ama buku “tips n trix Computer Graphics Design!” karya Hendi Hendratman. Thanks ya buat Mas Hendi (tapi tetep aja gw mesti bayar bukunya..hiks).
Ternyata, Hue itu adalah kumpulan warna-warna! Nah warna-warna hue itu didapet dari warna-warna CMYK ato Cyan, Magenta, Yellow, blacK.. Trus, gimana cara ngedapetin si Hue? Nih caranya.. Taroh 3 bulatan warna membentuk segitiga dengan urutan Magenta, Yellow, Cyan searah jarum jam. Taroh juga bulatan hitam ditengah-tengahnya. Nah ini neh yang disebut warna primer..
Ok, kita lanjut.. Aduk warna cyan dengan Magenta, Magenta dengan Yellow, Yellow dengan Cyan.. hahaha bingung ya?? sama.. Gampangnya, gabungan 2 buah warna primer.. dan jreng-jreng.. jadilah warna sekunder…! Sip, kita dah dapet 6 warna Hue..
Lagi… kita aduk warna Primer dengan warna Sekunder yang ada disebelahnya.. Dan.. dhadhaa.. jadilah 6 warna Tersier! Nah 12 warna inilah yang disebut Hue..! Warna Hue yang barusan kita buat masih dalam kondisi Full Saturation karena belum “ternodai” oleh gelap terang.. Dan disinilah fungsi “K” ato “blacK” dalam warna CMYK yaitu buat ngerubah saturation dari warna-warna Hue…
Hue..

πŸ™‚ πŸ˜€

..membaca foto..

Nikon D40x

Lagi rame dimilis photography kantor..

Gw sih cuma ikut nimbrung doank, secara kagak ngerti apa-apa tentang jepret-menjepret.. Dan lagian, hobi yang lumayan mahal hiks..

Anggotanya ada yang masih nyoba-nyoba hobi baru, ada juga yang emang udah lumutan di hobi ini.. Kok gw bisa tau?? Ya gampang aja, dari komentar-komentarnya aja..

Kalo yang baru, komentarnya pasti cuma sebatas estetika ato malah ga komentar sama sekali. Sedangkan yang emang udah bangkotan, komentarnya sampe bisa nebak-nebak jenis kamera, lensa yang dipake bahkan sampe setingan dikameranya juga bisa ditebak..! Weleh-weleh..

Tapi mungkin ga ya cerita ini terjadi..?

Disandingkan 2 buah hasil foto dari dua orang yang memiliki kemampuan photography yang berbeda. Yang satu amatir, yang satunya profesional. Tapi karena sebuah kebetulan yang sangat beruntung, sang amatir membawa hasil jepretan yang sangat menakjubkan. Sedangkan sang profesional juga membawa hasil jepretan yang tak kalah hebat karena telah menggunakan teknik tingkat tinggi dalam penjepretannya. Dan diundanglah para penggemar fotografi dengan kemampuan teknis yang mumpuni untuk menilai.

Saat para undangan melihat hasil karya sang profesional mereka mulai berdecak kagum dan mulai mengira-ngira jenis kamera yang digunakan, shutter speed, exposure, aperture dan lain-lain.. Dan jeng-jreng.. tebakan mereka hampir sempurna..

Selanjutnya, saat mereka melihat foto yang kedua, mereka tidak hanya berdecak kagum bahkan mulai menawar dengan harga yang amat tinggi. Dan seperti biasa, merekapun mulai menebak-nebak jenis kamera dan setingan2 yang digunakan.

Karena sang fotografer amatir ini sudah tak tahan, dia akhirnya menjawab dengan sedikit berteriak, “Saya pake kamera poket OK..”

πŸ˜€ πŸ˜€

Lagi..? Photoshop..? CS2?

Adobe Photoshop for

Uh… Masih berkutat tentang adobe photoshop..

Ceritanya sih pengen lebih mahir make Photoshop.. Malah targetnya bisa expert (amiiiiiin…). Gimana nggak?? Sebelumnya gw baca buku master class nya Pak Boediman, banyak banget istilah-istilah yang gak ngerti.. Waaa… maluuuuu..

So, gw bikin resolusi bahwa gw mesti ngerti dasar-dasar dari photoshop.. Bahkan gw mesti ngerti dasar-dasar dari design grafis..!!!

Ternyata, gw bener-bener “0” besar tentang ini… Gw baru tau kenapa harus ada RGB, CMYK, Lab color, Pantone de el el..!

Parahnya.. gw juga baru tau gimana caranya bikin warna-warna Hue dari CMYK.. ha…. Gw jadi seneng banget dengan pepatah.. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.. hiks..

Karenanya.. gw sekarang lagi nyoba babat habis Adobe photoshop CS2 for dummies dan satu buku design grafis.. Ssstt.. jangan ganggu ya.. πŸ™‚ πŸ˜€

Dari panas sampe photoshop..

Waaah… akhirnya…. Lama banget gw ga nulis apapun disini!!

Sebelum semua unek-unek keluar, satu kata pembuka adalah..:

PANAAAAASSS!!

Bukannya mau mengutuk hari (gak boleh ngutuk pemberian Alloh kan??), tapi sumpah.. kamar gw panas banget beberapa hari ini.. Kalo aja ada termometer air raksa yang ngegantung di tembok, pasti si air raksa dah nyembur keluar saking bergairah sama si panas.. hot!

Beberapa hal menjadi pelajaran buat gw akhir-akhir ini.., tapi yang paling nyenggol hati gw adalah:

“Memulai sesuatu adalah yang terberat, tapi menyelesaikannya adalah yang tersulit..”

Dan itu terjadi sama gw. Contoh paling gampang…, kuliah!! Waktu itu, kayaknya berat banget buat memulai kuliah.. Mulai dari males, malu, ga ada temen, ga ada waktu dan laen-laen deh.. Eh, pas dah mo kelar…, ternyata mentok juga.. Yang lucunya, alasannya sama…, MALES!!! Waaaaaaa….!

Ada juga yang laen.. Gw beli buku, dan biasanya yang namanya buku pasti cepet abis kalo diumpan-in ke gw.. Masalahnya ini buku Marketing nya Donald Trump!! Alhasil… sampe sekarang belum juga kelar.. Target gw padahal ga muluk2, gw mesti nguasai semua ilmu yang ada di buku itu..!!

Belum selesai ma buku marketing, gw ngiler ma buku design grafis… Padahal buku model begini yang paling gw suka… Tapi, gw harus banyak praktek… Alhasil, molor juga selesainya.. Tapi setidaknya satu buku dah kelar.. Yaitu: Photoshop Master Class by Andi S Budiman..

Keren abis nih buku… Sumpah…! Emang butuh pegetahuan dasar photoshop seh (yang bikin gw lama banget ngelarin bukunya..), tapi contoh2 nya bener2 aplikatif.. Yang pasti, banyak istilah-istilah photoshop maupun design grafis yang rada aneh2 (buat pemula seperti gw terutama). Abis itu, sering kita harus ngelakuin sesuatu yang kita ga tau “kenapa harus begitu?”.. Tapi, emang buku ini bukan buat mereka yang masih nanya-nanya apa itu midtone, CMYK, RGB, rubber stamp, white balance.. So, ya kira-kira aja ha…! Tapi, buku ini nunjukin kita cara paling praktis untuk memperbaiki warna dan tonal, nge-permak photo biar lebih keren bahkan nge-design sesuatu yang top abis.. Yang hebat, gampang banget diikuti (asal dah tau dasarnya ya.. πŸ™‚ )

tulisan diri